Kalender Arab (pra-Islam)
Oleh : Ibnu Muchtar
Sebelum kedatangan
Islam, masyarakat Arab sudah mengenal kalender. Namun kalender yang
dipergunakan adalah kalender campuran bulan-matahari. Peredaran bulan
digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah
hari. Praktek ini di dalam Alquran disebut an-nasiy. Dalam kalender ini,
pergantian tahun selalu terjadi di penghujung musim panas (sekitar bulan
September).
Bulan pertama dinamai
Muharram, karena di bulan ini seluruh suku di semenanjung Arab bersepakat
mengharamkan peperangan. Pada bulan kedua, sekitar bulan Oktober, daun-daun
mulai menguning. Karenanya, bulan ini diberi nama Shafar yang berarti kuning.
Di bulan ketiga dan keempat, bertepatan dengan musim gugur (rabi’).
Keduanya diberi nama bulan Rabi’ul awwal dan Rabi’ul akhir.